Skip To Content

emulation group
Ungrouped Hide
UNIDAR

AMBON, AE— Penghentian pelayanan Kopertis Wilayah XII Maluku- Maluku Utara  kepada Universitas Darussalam, ditanggapi serius pimpinan kampus merah itu. Upaya untuk membuka kembali kran pelayanan tersebut pun telah dilakukan. Atas permintaan pimpinan Unidar, komisi D DPRD Maluku memediasi pertemuan antara pimpinan Unidar dengan pimpinan Kopertis, pada Kamis (18/3). Hasilnya, Kopertis tidak menampik keinginan pihak Unidar tersebut.

“Kemarin (Kamis (18/3), bertempat di gedung DPRD Provinsi Maluku, difasilitasi Komisi D, membicarakan keberadaan Unidar,” kata konsultan hukum Unidar Ambon, Rizal Kotta, Jumat (19/3). Dalam pertemuan itu, lahir tiga solusi. Pertama, pertemuan akan dilanjutkan pada Selasa (24/3) dengan menghadirkan pihak dari kedua Yayasan.

“Berikutnya, kehadiran dua Yayasan ini semata untuk menyatakan kepada masyarakat Maluku dalam satu kesepakatan bahwa biarkan proses hukum berlangsung, tetapi jangan menyentuh aspek pendidikan,” bebernya.

Solusi yang ketiga, bahwa bila kesepakatan antara kedua Yayasan telah dibuat, maka Koordinator Kopertis akan kembali membuka kran pelayanan kepada Unidar. “Kami pikir ini langkah yang sangat baik, karena difasilitasi oleh DPRD sebagai representasi masyarakat Maluku. Karena Universitas Darussalam adalah bagian penting dari masyarakat Maluku,” ucapnya.

Koordinator Kopertis Wilayah XII Maluku-Maluku Utara, Zainudin Notanubun yang dikonfirmasi, membenarkan pertemuan tersebut. Dirinya siap membuka kembali pelayanan kepada Unidar bila para pihak di dua Yayasan menyepakati solusi yang dihasilkan pada pertemuan tersebut.

“Salah satu poin pentingnya lagi adalah, bahwa pihak mana pun yang menang dalam proses sidang nanti, harus mengakomidir rektor dan semua Civitas Akademika Universitas Darussalam Ambon. Bila mereka tanda tangan itu dan sampaikan kepada saya, maka

selected items
     Add a Bookmark
     Add a Set
Adobe Acrobat Reader is required to view and print PDF files.